Minggu, 18 Maret 2012

pelukis cilik

     SINOPSIS
jogi, murid SD kelas 6. ia sangat tekun belajar dan gemar melukis. sehingga ia mendapat julukan
dari teman-temannya " pelukis cilik"
     sebagai pelukisjogi sangat membutuhkan biaya untuk keperluan melukis.
padahal ayahnya miskin
sebab atu ayahnya kurang menyenangi kegemaran anaknya
ayahnya kerap marah karena jogi terlelu sibuk dengan lukisannya
      menjelang libuaran semester , pak lae guru sbk jogi di sekolah membimbing semua muridnya untuk mengadakan pameran lukisan di sekolah. lukisan yang di pamerkan karya anak2
sendiri ... dalam pameran tersebut lukisan jogi sangat dikagumi pengunjung
      malang, rintangan berat menimpa jogi lagi.
ayahnya meninggal dunia...
sejjak itu jogi menjadi anak pendiam... ia berhenti sekolah kemudian menghilang
entah kemana..... tapi dengan perantaraan somba d ketahui bahwa jogi telah meninggalkan kota nya ........ a pergi bersama pak alogo ,, pelukis pengembara
.....................




KENAPA ?


warna api merah .. tangan jogi meraih pensil warna merah 
lalu di guratnya ke permukaan kertas gambar
... berulang - ulang di lakukannya sehingga tebl. tangannya berhenti sejenak .. warna api bukan merah saja
, tapi harus ada warna lainnya yaitu jingga ,, pikirnya sesaat
      dengan cekatan di tukarnya pensil warna yang merah dengan warna jingga ..
merah berpadu dengan jinggga ... nyala api seedang berkkobar membakar sebuah rumah....
jogi sedang menggambar rumah terbakar

     sejenak jogi menyipitkan matanya .. lidahnya menjulur keluar karena terlalu asyik ... tubuhnya menelungkup repat ke lantai
.. rumahnya berbentuk rumah panggung .. rumah itu mempunyai kolong

    dari luar terdengar suara mak memanggil ayah
''ayah lihatlah itu kerjaan anak mu
dari tadi di surujh mengantar padi ke kincir tapi belum berangkat-berangkat juga...................
"mana anak itu biar ku kasih pelajaran anak itu"
suara ayah dari luar terdengar sangat tidak bersahabat jogi ketakutan dan langsung memberseskan semua alat gambarnya yang ia pinjam dari somba
" sedang apa kamu " tanya ayah kepada jogi dengan nada geram
" se... dang gam.....bar yah" jawab jogi dengan ketakutan melihat wajah ayahnya yang tampak sangat marah kepadanya
dasar anak tak tahu kerjaan dari tadi di suruh ibu mengantar padi kekincir tapi belum berangkat juga
...
ayah kemudian mengambil semua alat manggambar jogi yang ia pinjam dan menghempaskannya ke tanah
seraya berkata " dari mana kamu mempunyai uang untuk membeli alat gambar itu
pasti kamu mencuri yah"

sebentar kemudian ayah terbatuk-batuk dan tersungkur di atas lantai
" uhuk..uhuk..uhuk.."
melihat itu jogi yang terasa kasihan kepada ayahnya itu ia mendekatinya dan mengelus pundak ayahnya itu
sementara itu ibu langsung masuk kekamar dan menghempas kan pintu kamar dengan sangat keras

"   makanya yah jangan terlalu banyak marah- marah "
" ibu sekarang sudah berbeda dengan ibu yang dulu"
jogi hanya diam mendengar perkataan ayahnya itu
" tahukah kau jogi mengapa aku melarang mu untuk menjadi pelukis"
" aku tidak tahu ayah"
" ayah tidak ingin kamu menjadi pelukis karena menjadi pelukis adalah pekerjaan yang sia-sia
saja dan tidak menghasilkan apa apa"
"lukisan laku di jual kan yah''
" kalau laku ... kalau sebaliknya bagaimana"
jogi hanya terdiam mendengar perrnyataan ayah

Senin, 05 Maret 2012

snow.....

aku adalah orang yang mungkin tidak seterkenal orang-orang yang lainnya tapi aku mempunyai cerita yang ingin aku bagi kepada kalian semua ... perkenalkan nama ku adalah hadi yanto dan aku adalah tokoh utama dalam cerita ini
semua berawal pada pagi hari yang akan menjadi awal dari carita ini... pada pagi itu aku terbangun dan menyadari bahwa seluruh bagian dari
kamarku tartutup oleh darah yang dimuntah kan oleh ayah ku

  kini ayah telah ada di depan ku dalam keadaan tak bernyawa lagi karna kehabisan darah
dan aku pada saat itu tak tahu dan tak mengerti sam sekali apa itu kematian ...
pada saat ayah akan di angkat kedalam kurung batang aku menagis dan berkata pada semua orang yang mengangkat ayah ku aku berteriak dan berkata " jangan bawa bapak ....... bapak mau beli es dan mau beli
kue '" pada saat itu aku adalah anak berusia 3 tahun yang belum bisa mengingat kejadian itu dengan jelas
mungkin itu adalah hal yang paling membuat ku tak mengerti akan semua yang ku alami

kini aku berusia 9 tahun dan kini aku sudah bersekolahaku adalah orang yang pintar di sekolah ku .....
aku juga tidak pernah membuat orang tua ku yaitu ibu ku menjadi keberatan akan biaya yang harus di keluarkan untuk ku jajan di sekolah... karena aku dapat mencari nya sendiri dengan cara melukis untuk
para kakak kelas
... setiap aku meneriama raport aku selalu mendapat peringkat pertama di sekolah
hingga suatu ketika aku termenung dan aku bertanya pada ibu ku
" ibu aku rindu ayah ibu
kemana ayah ku ibu .......
mengapa semua teman selalu diantar oleh ayahnya saat ia akan pergi sekolah akan tetapi aku tidak ibuu
kemana ayah ku ibuu........"
ibu ku hanya menjawab " bersabarlah nak .... ayah mu kini sedang mengaji .... kamu harus berdabar dalam menunggunya ..." ibu ku berkata bohong pada ku agar aku tidak sedih mengetahui bahwa ayah ku telah tiada

pada saat ini aku sedang menangis dan sebuah uluran tangan ada di hadapan ku........
aku tak tahu siapa yang mengulurkan tangan nya untukku
saat aku bertanya ia siapa .........
ia menjawab aku adalah ayah mu
aku menangis karena aku senang  dapat melihat ayah ku
aku senang skali bisa melihat ayah
setiap hari aku di jaga dan disayang oleh ayah
ayah adalah orang yang paling aku sayang
walau pun ia adalah ayah tiri ku
hingga........... saat itu tiba aku tidak mengertia akan kehidupan ini
dan hingga saat ini aku benci untuk menggat itu
bibi ku adalah orang yang tak tahu terima kasih sama sekali
aku sangat ............
ia dengan mudahnya merampas ayah ku dari ibu
dengan cara yang tak baik
yaiitu
dengan membawanya pergi
aku benci sekali padanya


....................................................
kini aku tahu
ia bukanlah ayah ku
ia adalah ayah tiri ku
dan aku diantar oleh ibu ke sebuah pemakaman
dan itu adalah kali pertama bagi ku
mengunjungi sebuah pemakaman
dan aku melihat sebuah
kubur yang bertuliskan
" budi darsono
bin
seger"
aku bertanya pada ibu
"ibu ini kubur siapa ibu
..........."
ibu berkata padaku bahwa ini adalah kubur dari ayah
kandung ku


itu adalah kisah hidup ku yang masih banyak lagi
yang belum ku ceritakan
pada kalian
...........................
salju itu indah
snow...........

...........